Starter Motor Berat Terus? Bisa Jadi Decompression Otomatis Bermasalah

Karena itu, Yamaha menekankan pentingnya kebersihan oli.

Selain itu, pegas decompressor yang melemah juga memicu gangguan.

Jika pegas melemah, katup gagal terbuka saat start.

Akibatnya, starter harus melawan kompresi penuh.

Kondisi ini pun menyebabkan starter terasa berat.

Kawasaki menyebut risiko kick-back engkol.

Kick-back berpotensi merusak starter clutch.

Selain itu, engkol dapat terasa seperti mengunci.

Masalah ini sering muncul setelah proses bongkar mesin.

Terlebih lagi, kesalahan pemasangan camshaft memperparah kondisi.

Perawatan dan Sinkronisasi Mekanisme Decompression Otomatis

Perawatan sistem decompression dimulai dari pemeriksaan rutin.

Honda merekomendasikan inspeksi saat servis kepala silinder.

Pegas decompressor perlu dicek elastisitasnya secara berkala.

Selain itu, bobot sentrifugal harus bergerak bebas tanpa hambatan.

Suzuki Service Manual menyarankan pembersihan ringan.

Gunakan cairan pembersih yang aman untuk logam.

Namun, hindari penggunaan pelumas berlebih pada mekanisme.

Sebab, pelumas berlebih justru menarik kotoran.

Sinkronisasi mekanisme wajib dilakukan saat bongkar camshaft.

Yamaha menegaskan sinkronisasi penting bagi ketepatan timing katup.

Kesalahan posisi bisa membuat decompressor terus aktif.

Akibatnya, performa mesin justru menurun.

Sebaliknya, decompressor bisa gagal aktif saat start.

Kondisi ini kembali memicu starter berat.

Kawasaki juga menegaskan pentingnya pemeriksaan stopper decompressor.

Stopper aus membuat mekanisme kehilangan presisi.

Setelah perakitan, sebaiknya putar mesin secara manual.