Starter Motor Berat Terus? Bisa Jadi Decompression Otomatis Bermasalah

RADARPANGANDARAN.COM – Perawatan sistem decompression sangat penting karena decompression otomatis berperan mencegah starter berat dan engkol macet.

Secara umum, sistem ini bekerja aktif saat putaran mesin masih rendah.

Tujuannya, tentu saja, mengurangi tekanan kompresi awal.

Karena itu, starter tidak menerima beban berlebihan.

Namun, jika mekanisme gagal bekerja, engkol terasa berat.

Bahkan, beberapa motor menjadi sulit distarter manual.

Masalah ini sering muncul perlahan dan tanpa disadari.

Akibatnya, pengguna kerap mengira penyebabnya berasal dari aki lemah.

Padahal, decompressor bermasalah sering menjadi penyebab utama.

Honda dalam Service Manual menyebut gejala ini cukup umum.

Selain itu, Yamaha Training Manual juga mencatat kasus serupa.

Karena itu, perawatan berkala sangat disarankan.

Terutama pada motor yang memakai decompression otomatis.

Jika diabaikan, kondisi ini dapat memicu kerusakan lanjutan.

Starter motor pun berisiko menerima beban berlebih.

Akibatnya, umur komponen menjadi lebih pendek.

Cara Kerja Decompression Otomatis dan Penyebab Starter Berat

Decompression otomatis bekerja melalui mekanisme sentrifugal pada camshaft.

Saat rpm rendah, mekanisme ini membuka katup sedikit.

Dengan begitu, tekanan kompresi awal berkurang signifikan.

Honda dalam Service Manual menjelaskan prinsip kerja ini secara detail.

Ketika rpm meningkat, sistem kembali nonaktif.

Katup lalu menutup penuh saat mesin bekerja normal.

Namun demikian, masalah muncul jika mekanisme mengalami kemacetan.

Sludge oli sering menahan bobot sentrifugal.

News Feed