Fokuskan tatapan mata saya lurus ke arah orkestra dengan ekspresi serius dan penuh konsentrasi.
Tambahkan pencahayaan lampu sorot hangat dari atas sehingga wajah terlihat tegas dan hidup.
Buat latar belakang berisi deretan pemain orkestra dengan instrumen lengkap yang tampak realistis dan proporsional.
Pertahankan detail wajah asli saya agar tetap natural dan tidak berubah bentuk.
Pastikan tekstur jas hitam terlihat nyata dengan lipatan kain yang halus dan detail.
Hasil akhir harus dramatis dan sinematik tanpa terlihat seperti gambar buatan AI.”
Prompt 2:
“Posisikan saya sebagai seorang dirigen yang sedang memimpin klimaks musik dengan gerakan tangan dinamis.
Condongkan tubuh sedikit ke depan untuk menunjukkan energi dan semangat.
Angkat kedua tangan dengan ekspresi wajah penuh emosi seolah sedang mengatur tempo cepat.
Buat tatapan mata tajam dan hidup agar tidak terlihat kosong.
Tambahkan efek pencahayaan kontras dengan sorotan cahaya putih dari samping kanan.
Tampilkan latar aula konser klasik dengan arsitektur mewah dan penonton samar di kejauhan.
Pertahankan warna kulit dan karakter wajah asli saya agar tetap realistis.
Buat suasana terasa intens dan dramatis namun tetap natural.”
Prompt 3:
“Ubah gaya saya menjadi seorang dirigen elegan yang berdiri tenang sebelum musik dimulai.
Posisikan tangan kanan memegang baton di depan dada dengan sikap santai namun berwibawa.
Letakkan tangan kiri di samping tubuh dengan postur tegak dan percaya diri.
Arahkan pandangan saya sedikit ke bawah dengan ekspresi fokus dan penuh perhitungan.







