Tambahkan latar belakang panggung dengan cahaya redup kebiruan yang menciptakan nuansa estetik.
Sorot wajah dengan pencahayaan lembut agar detail mata terlihat hidup.
Jaga proporsi tubuh tetap alami dan sesuai dengan foto asli saya.
Ciptakan hasil akhir yang fotogenik dan terlihat seperti potret profesional.”
Prompt 4:
“Transformasikan saya menjadi dirigen yang sedang memberi aba-aba penutup konser.
Angkat tangan kanan tinggi ke atas dengan gerakan tegas dan penuh percaya diri.
Buka tangan kiri ke arah orkestra dengan pose dramatis yang kuat.
Buat ekspresi wajah bangga dan emosional seolah musik mencapai akhir yang megah.
Tambahkan latar orkestra lengkap dengan cahaya keemasan dari lampu panggung.
Pastikan detail rambut dan kulit tetap realistis dan tidak berlebihan.
Buat bayangan alami pada wajah agar terlihat natural.
Hasilkan suasana sinematik yang menyentuh dan berkelas.”
Prompt 5:
“Ubah posisi saya menjadi dirigen yang sedang tersenyum tipis setelah memimpin pertunjukan sukses.
Turunkan tangan kanan perlahan dengan baton masih tergenggam elegan.
Buat bahu rileks namun tetap tegap menunjukkan karisma.
Arahkan tatapan mata ke arah penonton dengan ekspresi hangat dan percaya diri.
Tambahkan latar belakang penonton yang berdiri memberikan tepuk tangan meriah.
Gunakan pencahayaan hangat yang menyelimuti panggung agar suasana terasa hidup.
Pertahankan tekstur pakaian dan detail wajah asli agar tetap natural dan realistis.
Ciptakan hasil akhir yang estetik dan dramatis tanpa kesan buatan.”













