Teknologi ini juga meningkatkan kenyamanan berkendara.
Jarak tempuh menjadi keunggulan utama Suzuki e-Vitara.
Varian baterai 61 kWh mampu menempuh hingga 500 kilometer.
Klaim tersebut berdasarkan pengujian internal Suzuki.
Jarak ini cukup untuk perjalanan antar kota besar.
Perjalanan Jakarta hingga Semarang dapat ditempuh tanpa pengisian ulang.
Keunggulan ini memperkuat posisi SUV listrik Suzuki.
Konsumen tidak perlu khawatir soal jarak tempuh.
Infrastruktur pengisian listrik juga terus berkembang.
Suzuki melihat peluang besar pada tren elektrifikasi Indonesia.
Harga Suzuki e-Vitara masih menunggu pengumuman resmi.
Di pasar Eropa, harga e-Vitara diperkirakan sekitar €40.000.
Harga tersebut menjadi acuan estimasi di Indonesia.
Penyesuaian pajak dan insentif memengaruhi harga akhir.
Suzuki e-Vitara diprediksi dijual Rp700 hingga Rp800 jutaan.
Rentang harga ini menempatkan e-Vitara di segmen menengah.
SUV listrik Suzuki ini akan bersaing dengan merek global lain.
Kehadiran e-Vitara memperkaya pilihan EV di Indonesia.
Suzuki menargetkan konsumen urban dan keluarga modern.
Desain SUV menawarkan kenyamanan dan fungsionalitas.
Suzuki e-Vitara dirancang sebagai kendaraan masa depan.
Mobil ini bukan sekadar alat transportasi.
Suzuki e-Vitara mencerminkan evolusi gaya hidup berkendara.
Minoru Amano menegaskan kesiapan peluncuran 2026.
Suzuki percaya diri menghadapi era elektrifikasi nasional.
Konsumen Indonesia kini memiliki pilihan EV baru.
Suzuki e-Vitara 2026 menjadi simbol transformasi Suzuki.
SUV listrik Suzuki ini menandai babak baru industri otomotif.













