Skywave dirancang khusus untuk konsumen pria.
Tampilannya tidak feminim seperti skutik kecil lain.
Bodi besar menonjolkan kesan macho dan kokoh.
Pelek ring 16 inci menambah aura gagah.
Ukuran pelek lebih besar dibanding skutik lain saat itu.
Handling terasa stabil saat melaju.
Suspensi belakang ganda meningkatkan kenyamanan.
Jok panjang dan empuk cocok perjalanan jauh.
Stabilitas motor tetap terjaga di kecepatan tinggi.
Kenyamanan menjadi nilai jual utama Skywave.
Suzuki Skywave menggunakan mesin 125 cc 4-langkah.
Konfigurasi SOHC berpendingin udara masih terbilang awet.
Sistem bahan bakar masih mengandalkan karburator.
Akselerasi cukup responsif untuk penggunaan harian.
Tenaga memadai untuk menyalip kendaraan lain.
Performa tergolong seimbang di kelasnya.
Bagasi bawah jok tergolong luas.
Helm open face dapat tersimpan dengan rapi.
Filter udara dipindahkan ke atas CVT.
Langkah ini membuat kapasitas bagasi lebih lega.
Fitur side stand switch sudah tersedia.
Keamanan ditambah kunci key shutter 3-in-1.
Beberapa varian memakai lampu belakang LED.
Fitur tersebut tergolong modern pada masanya.
Namun Skywave kurang populer dibanding kompetitor.
Padahal keunggulan cukup banyak ditawarkan.
Beberapa masalah umum masih ditemukan.
Langsam mesin bisa naik sendiri pada unit tertentu.
Seal shock depan juga rawan bocor.
Masalah tersebut umum pada motor berusia tua.
Produksi Suzuki Skywave dihentikan pada 2011.
Meski begitu, peminat motor lawas Suzuki tetap tinggi.
Harga bekas kini berkisar 3 hingga 8 jutaan rupiah.
Harga bergantung kondisi dan kelengkapan unit.













