Letakkan kedua tangan di pangkuan agar pose terlihat sopan dan anggun.
Ubah latar menjadi taman hijau dengan pepohonan rindang dan cahaya sore yang lembut menembus daun.
Buat tatapan mata mengarah ke samping seolah sedang menikmati suasana agar terlihat candid dan fotogenik.
Pertahankan detail lipatan gamis supaya terlihat nyata dan fashionable.
Gunakan pencahayaan natural tanpa efek berlebihan agar hasil tetap realistis.”
Prompt 3:
“Atur pose saya berjalan perlahan dengan satu kaki melangkah ke depan sehingga gamis tampak mengalir.
Biarkan tangan kanan sedikit mengangkat bagian bawah gamis agar terlihat dinamis.
Ganti latar menjadi koridor bangunan bergaya klasik dengan pilar tinggi dan lantai marmer.
Tambahkan pencahayaan dramatis dari belakang untuk menciptakan efek siluet lembut.
Pastikan wajah tetap terang dan ekspresi terlihat tenang serta percaya diri.
Jaga proporsi tubuh tetap asli agar tidak terlihat manipulatif.”
Prompt 4:
“Ubah pose saya berdiri dekat jendela besar dengan kedua tangan menyentuh kusen jendela.
Arahkan wajah sedikit ke arah cahaya yang masuk untuk menciptakan efek bayangan lembut di pipi.
Ganti latar menjadi interior ruangan minimalis bernuansa putih dan beige agar terlihat stylish.
Buat tatapan mata lembut dengan senyum tipis yang natural.
Pertahankan detail kain gamis agar teksturnya tetap jelas dan tidak blur.
Gunakan tone warna hangat supaya hasil terlihat sinematik namun tetap realistis.”
Prompt 5:
“Posisikan saya duduk di kursi kafe modern dengan kaki menyilang anggun.













