Bosch menyatakan update dapat mengoptimalkan manajemen daya kendaraan.
Efisiensi baterai bisa meningkat setelah update tertentu.
Karena itu, OTA sering membawa peningkatan kenyamanan berkendara.
Setelah pembaruan, sistem juga mengaktifkan fitur baru.
Mercedes-Benz menggunakan OTA untuk sistem keselamatan aktif.
Pembaruan ini meningkatkan akurasi kamera dan radar.
Pembaruan ini memungkinkan teknisi memperbaiki bug perangkat lunak dengan lebih cepat.
Toyota juga menerapkan OTA pada kendaraan terkoneksi.
Pabrikan memastikan update sesuai standar keamanan global.
Dengan demikian, OTA menjadi bagian penting mobil modern.
Risiko Over the Air Mobil dan Kapan Perlu Reset Ulang
Meski bermanfaat, over the air mobil tetap memiliki risiko.
UNECE Regulation R156 mengatur potensi kegagalan update software.
Update gagal dapat menyebabkan sistem tidak stabil sementara.
Sensor bisa membaca data tidak konsisten setelah pembaruan.
Mercedes-Benz menerapkan proteksi sistem untuk mencegah risiko besar.
Namun, gangguan minor tetap mungkin terjadi.
ISO/SAE 21434 menyoroti risiko keamanan siber pada OTA.
Kesalahan software bisa memengaruhi konsumsi daya kendaraan.
Bosch menyarankan reset ECU jika sistem tidak responsif.
Reset membantu menyelaraskan ulang data sensor dan kontrol.
BMW juga merekomendasikan reset bila fitur tidak berfungsi normal.
Pabrikan biasanya melakukan reset melalui prosedur resmi.
Toyota menyarankan verifikasi sistem pasca update besar.
Pengguna sebaiknya memantau performa setelah pembaruan.
Jika muncul peringatan sistem, segera hubungi bengkel resmi.







