Karena itu, penyetelan klep sangat menentukan performa mesin.
Manual servis pabrikan juga menyarankan pemeriksaan celah klep secara berkala.
Jika klep aus, mesin tidak menghasilkan pembakaran maksimal.
Selain itu, kebocoran kecil turut mengurangi tekanan kompresi.
Akibatnya, tenaga pada RPM menengah semakin melemah.
Transisi tenaga kemudian terasa tidak linear.
Oleh karena itu, teknisi perlu merawat intake dan klep secara rutin.
Pembersihan intake membantu mengembalikan aliran udara optimal.
Selain itu, teknisi dapat memulihkan kompresi setelah memperbaiki sealing klep.
Sensor MAP Drift dan Pengaruhnya pada Torsi
Sensor MAP yang drift juga menurunkan torsi pada putaran menengah.
Dan sensor MAP membaca tekanan manifold intake secara real-time.
ECU menggunakan data tersebut untuk menghitung rasio bahan bakar.
Jika sensor membaca nilai melenceng, ECU menyuplai campuran tidak presisi.
Manual servis Honda dan Yamaha menekankan akurasi sensor MAP.
Sensor yang drift membuat ECU salah menghitung AFR.
Akibatnya, pembakaran berlangsung kurang efisien.
Selain itu, ECU dapat mengubah timing pengapian.
Kondisi ini menurunkan torsi pada rentang menengah.
Sering kali, gejala muncul tanpa lampu indikator menyala.
Karena itu, banyak pengendara tidak menyadari gangguan sensor.
Teknisi biasanya memerlukan alat scan resmi untuk mendiagnosisnya.
Manual servis Suzuki juga menyediakan tabel nilai tegangan MAP.
Nilai abnormal menandakan potensi drift sensor.
Selain itu, teknisi perlu memeriksa kabel dan konektor sensor.







