Total Cost of Ownership Mobil Listrik vs Mobil Hybrid, Jangan Kejebak Biaya Jangka Panjang

Namun sistem motor listrik dan baterai masih teknologi baru.

Biaya perawatan cenderung lebih mahal dan harus di bengkel resmi.

Tidak semua bengkel umum bisa menangani sistem tersebut.

Mobil hybrid juga butuh servis rutin mesin bensin.

Namun teknologinya sudah matang dan lebih familiar.

Dari sisi pajak tahunan, mobil listrik mendapat insentif besar.

Bahkan tarif pajak bisa Rp0 hingga saat ini.

Belum ada kepastian sampai kapan kebijakan berlaku.

Mobil hybrid tetap bayar pajak sekitar 2 persen dari NJKB.

Meski begitu, pajak bukan satu-satunya faktor penting.

Depresiasi menjadi komponen krusial dalam TCO.

Teknologi mobil listrik berkembang sangat cepat.

Model lama cepat dianggap usang di pasar.

Dalam setahun, nilai jual bisa turun 35 sampai 60 persen.

Penurunan ini jauh lebih tajam dibanding mobil hybrid.

Mobil hybrid atau ICE turun sekitar 10 sampai 15 persen per tahun.

Data pasar bekas menunjukkan tren tersebut cukup konsisten.

Karena itu, depresiasi bisa membuat rugi ratusan juta.

Selain itu, ada biaya tersembunyi yang sering dilupakan.

Instalasi wall charger di rumah bisa menelan puluhan juta rupiah.

Jika perlu tarik kabel bawah tanah, biayanya bisa lebih besar.

Mobil hybrid punya potensi biaya lain seperti aturan ganjil genap.

Pemilik mungkin perlu alternatif transportasi saat pembatasan berlaku.

Jika semua komponen dijumlah, hasilnya bisa mengejutkan.

Hemat BBM dan pajak belum tentu menutup selisih harga beli.

Terutama jika depresiasi sangat tinggi dalam tahun pertama.

Karena itu, beli mobil listrik jangan hanya ikut tren.