Kelima, TVS X, motor listrik dengan desain “born electric” dan fitur konektivitas tinggi seperti Android Auto dan sistem navigasi pintar.
Dan terakhir, TVS RTR HyprStunt Concept, konsep motor ringan dengan gaya urban sport, cocok untuk penggunaan kota dan freestyle.
Enam model ini menggambarkan spektrum lengkap strategi TVS—dari sport performa, mobilitas perkotaan, hingga konektivitas digital.
TVS Bukan Lagi Pemain Regional, Ini Momen Reposisi Global
Langkah TVS di EICMA 2025 bukan hanya pamer produk, tapi pamer visi.
Perusahaan ini secara terbuka menegaskan pergeseran strategi dari pemain regional India menjadi global mobility brand.
TVS sengaja memadukan teknologi ICE dan EV agar tetap relevan di dua pasar besar: negara berkembang dan negara maju.
Produk ICE seperti Apache RTX 300 tetap penting untuk pasar yang infrastruktur EV-nya belum matang.
Sementara produk listrik seperti TVS X dan eFX Three O membidik Eropa dan Asia Tenggara, di mana transisi elektrifikasi sudah lebih siap.
Menurut analis industri otomotif Eropa yang dikutip oleh ETAuto.com, langkah TVS ini menandai “global player repositioning moment”.
Artinya, TVS tidak hanya memperluas pasar, tapi juga membangun citra baru sebagai pemain yang mampu menghadirkan inovasi berskala dunia.
Selain produk, TVS juga menyiapkan ekosistem teknologi seperti augmented reality display, AI riding assistance, dan konektivitas berbasis cloud.
Ini menegaskan bahwa mereka ingin menghadirkan mobilitas yang lengkap dan cerdas, bukan hanya menjual sepeda motor.













