RADARPANGANDARAN.COM – Umur pakai komponen elektronik kini lebih akurat dihitung berbasis jam operasi kendaraan, bukan kilometer, terutama untuk blower elektrik dan kipas radiator.
Pendekatan ini mulai banyak diterapkan industri otomotif global.
Alasannya sederhana namun sangat teknis.
Komponen elektronik bekerja berdasarkan waktu aktif.
Karena itu, jarak tempuh tidak selalu relevan.
Mobil sering menyala lama meski jarang berjalan.
Kondisi tersebut mempercepat keausan elektronik.
Blower dan kipas tetap berputar saat mesin hidup.
Akibatnya, jam operasi terus bertambah.
Pendekatan lama berbasis kilometer menjadi kurang presisi.
Bosch menjelaskan umur motor listrik dipengaruhi waktu operasi.
Pernyataan ini tercantum dalam Bosch Automotive Handbook.
Selain itu, beban termal ikut mempercepat degradasi.
Karena itu, pengelolaan berbasis waktu lebih logis.
Pendekatan ini juga relevan untuk kendaraan modern.
Terutama mobil hybrid dan kendaraan listrik.
Industri mulai mengadopsi konsep ini secara luas.
Mengapa Jam Operasi Lebih Akurat dari Kilometer
Jam operasi mencerminkan durasi kerja aktual komponen elektronik.
Bosch menyebut lifecycle motor listrik bergantung operating hours.
Hal ini berlaku untuk blower AC dan kipas radiator.
Motor listrik mengalami keausan saat berputar.
Bearing dan kumparan bekerja terus selama aktif.
Karena itu, durasi kerja lebih menentukan umur pakai.
Kilometer hanya mengukur jarak, bukan waktu aktif.
Mobil macet tetap mengonsumsi umur komponen.
Toyota menerapkan runtime counter pada sistem hybrid.












