RADARPANGANDARAN.COM –Â Manajemen software kendaraan menentukan kapan update software kendaraan diperlukan dan kapan harus ditahan demi stabilitas sistem kendaraan jangka panjang.
Saat ini, kendaraan modern sangat bergantung pada software.
Namun, tidak semua update harus langsung dipasang.
Karena itu, pemilik kendaraan perlu memahami prinsip resminya.
Pendekatan asal update justru berisiko menurunkan stabilitas.
Pabrikan global kini menerapkan pendekatan berbasis risiko.
Software kendaraan berbeda dengan aplikasi ponsel.
Kesalahan update bisa berdampak pada keselamatan.
Oleh sebab itu, keputusan update tidak boleh sembarangan.
Standar global telah mengatur praktik ini secara ketat.
Pemahaman dasar membantu pengguna mengambil keputusan tepat.
Kapan Update Software Kendaraan Wajib Dilakukan
Update software kendaraan wajib dilakukan jika berkaitan langsung dengan keselamatan berkendara.
ISO 24089 menyebut update keselamatan sebagai prioritas utama.
Update ini mencakup sistem rem, kemudi, dan ADAS.
UNECE Regulation No.156 menegaskan kewajiban tersebut secara global.
Regulasi ini berlaku di banyak negara sejak 2022.
Selain itu, keamanan siber menjadi faktor penting.
ISO/SAE 21434 mewajibkan produsen melakukan pembaruan ketika mereka menemukan celah keamanan.
Sistem terhubung internet berisiko terkena serangan siber.
Oleh karena itu, produsen tidak boleh menunda pembaruan keamanan.
Industri otomotif sering mengategorikan pembaruan jenis ini sebagai digital recall.
Pabrikan wajib memberi notifikasi resmi kepada pemilik.













