RADARPANGANDARAN.COM – Wading Sensor 2026 menjadi solusi modern menghadapi banjir perkotaan dengan sensor ultrasonik mobil untuk mencegah water hammer dan kerusakan mesin fatal.
Fitur ini bekerja memakai sensor ultrasonik mobil di bawah spion atau bumper depan.
Sensor membaca kedalaman genangan secara real time dan menampilkannya di layar kendaraan.
Pengemudi langsung melihat angka dalam satuan sentimeter tanpa perlu menebak tinggi air.
Teknologi ini penting karena banjir perkotaan semakin sering terjadi.
Banyak pengendara kesulitan memperkirakan genangan yang tampak dangkal namun menipu.
Air yang masuk ke ruang bakar dapat memicu water hammer berbahaya.
Water hammer merusak komponen internal mesin dalam waktu singkat.
Kondisi ini sering terjadi ketika pengemudi nekat menerobos banjir tanpa data akurat.
Imbauan dari Korlantas Polri meminta pengendara menghindari banjir tanpa mengetahui kedalaman pasti.
Wading Sensor 2026 memberi informasi kuantitatif agar keputusan lebih presisi.
Data muncul dalam bentuk grafik pada layar infotainment kendaraan.
Sistem juga menghadirkan peringatan visual dan suara saat batas aman terlampaui.
Cara Kerja Sensor Ultrasonik Mobil
Cara kerja sensor ultrasonik mobil mirip sensor parkir modern.
Perangkat memancarkan gelombang suara frekuensi tinggi ke permukaan air.
Pantulan gelombang diukur untuk menentukan jarak antara sensor dan air.
Komputer kendaraan menghitung selisih tinggi bodi dengan permukaan genangan.
Hasilnya berupa estimasi kedalaman air dalam hitungan detik.












