Setiap tipe punya keunggulan dan kekurangan tergantung lingkungan penggunaan.
Motor standar keluaran pabrik biasanya menggunakan filter kertas.
Jenis ini praktis karena tinggal ganti ketika kotor.
Namun, filter kertas tidak bisa dicuci, sehingga pengendara harus menggantinya lebih sering saat kondisi jalan sangat berdebu.
Untuk wilayah banyak debu, filter kertas bisa cepat tersumbat.
Filter busa cocok untuk daerah panas dan berdebu karena mampu menahan lebih banyak partikel.
Filter busa dapat Anda cuci dan pakai ulang, sehingga lebih ekonomis.
Dan Filter busa juga efektif menangkap partikel halus.
Karena fleksibilitas ini, banyak pengendara off-road memilih filter busa.
Filter high-flow cotton menawarkan aliran udara lebih besar.
Filter high-flow sering digunakan untuk meningkatkan performa dan membuat respons throttle lebih cepat.
Namun, tingkat penyaringannya masih kalah dibandingkan filter busa saat motor dipakai di wilayah yang sangat berdebu.
Beberapa penelitian internasional menyebut high-flow butuh oli khusus agar filtrasi lebih optimal.
Pengujiannya merujuk pada standar ISO 5011 untuk efisiensi penyaringan udara mesin.
Karena itu, pemilik motor harus mempertimbangkan kualitas debu di lingkungan mereka.
Untuk penggunaan harian di kota yang panas dan kering, filter busa atau high-flow yang dirawat dengan baik menjadi pilihan ideal.
Efek Filter Udara Kotor pada Konsumsi BBM
Filter kotor membuat suplai udara terganggu dan campuran bensin menjadi boros.
Efeknya bisa terasa langsung pada tarikan mesin.







