Akses Terputus Akibat Bencana Alam di Garut, Warga dan Pemerintah Setempat Bangun Jembatan Darurat

RADARPANGANDARAN.COM – Bencana alam di Garut akibat hujan deras menyebabkan kerusakan infrastruktur dan mengganggu aktivitas warga setempat.

Dilansir dari Radartasik.id, longsor dan banjir dilaporkan merusak sejumlah fasilitas penting termasuk jembatan penghubung antardesa di Kecamatan Pakenjeng.

Jembatan Ciwarunga yang menghubungkan Desa Tanjungjaya, Tanjungmulya, dan Pasirlangu dilaporkan terputus total.

Jembatan tersebut memiliki ukuran sekitar 14 meter panjang, 4 meter lebar, dan tinggi mencapai 4,6 meter.

Putusnya jembatan membuat warga harus mencari jalur alternatif untuk melanjutkan aktivitas harian.

Mobilitas masyarakat pun terganggu sehingga berdampak pada kegiatan ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.

Jembatan Darurat Dibangun, Akses Mulai Pulih

Sebagai langkah cepat, warga bersama pemerintah setempat membangun jembatan darurat menggunakan material bambu.

Jembatan sementara itu dibuat dengan ukuran serupa agar tetap dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat.

Keberadaan jembatan darurat memungkinkan warga kembali melintasi sungai meski dengan keterbatasan.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut, Agus Ismail, menyatakan pihaknya masih melakukan penilaian lanjutan.

Agus menambahkan bahwa jembatan darurat hanya bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Pemerintah daerah merencanakan pembangunan jembatan permanen sebagai solusi jangka panjang.

Untuk wilayah tertentu seperti Cigereleng akan dibangun jembatan bailey yang lebih kuat.

Sedangkan di lokasi Ciwarunga akan dibangun jembatan permanen berbahan kayu dan batang kelapa.