Arus Konten Digital Makin Gerus Budaya, KPID Jabar Perkuat Kolaborasi Kreator

RADARPANGANDARAN.COM – Arus konten digital yang semakin deras dinilai mulai menggerus ruang siaran bernilai budaya di Jawa Barat.

Kondisi ini, seperti dilansir dari Radartasik.id, mendorong KPID Jawa Barat untuk mengambil langkah aktif menghadapi perkembangan media digital yang semakin cepat.

Melalui forum bertajuk penguatan identitas budaya, berbagai pihak berkumpul membahas solusi menjaga eksistensi budaya lokal.

Kegiatan tersebut digelar dalam program Gumbira di Studio Utama Radar TV Tasikmalaya pada Rabu, 23 April 2026.

Forum ini mempertemukan regulator, legislatif, dan pelaku penyiaran untuk mencari strategi bersama.

Tujuannya agar budaya tetap memiliki ruang di tengah dominasi konten hiburan yang bersifat viral.

Wakil Ketua KPID Jawa Barat, dr. Almadina Rakhmaniar, menegaskan pentingnya literasi budaya melalui penyiaran.

Ia menyebut penyiaran sebagai sarana utama menjaga nilai budaya tetap hidup di ruang publik.

“Penyiaran adalah instrumen penting untuk menjaga nilai budaya tetap hidup di ruang publik,” ujarnya.

Kolaborasi Kreator dan Regulasi Jadi Kunci Pelestarian Budaya

Di sisi lain, ia mengakui bahwa televisi dan radio masih relatif stabil serta patuh terhadap regulasi yang berlaku.

Namun, dominasi kini mulai bergeser ke media sosial yang berkembang lebih cepat dan minim pengawasan.

Fenomena ini membuat konten digital sering kali hanya berorientasi pada viralitas tanpa nilai edukasi.

“Sekarang kita berkejar-kejaran dengan media sosial. Banyak konten lokal, tapi sering hanya mengejar viral, miskin edukasi,” katanya.