RADARPANGANDARAN.COM – Kabupaten Ciamis kembali menjadi rujukan daerah lain dalam pengelolaan sampah dengan berbagai capaian membanggakan di tingkat nasional dan internasional.
Dilansir dari Radartasik.id, prestasi tersebut menarik perhatian sejumlah daerah yang ingin mempelajari langsung strategi dan implementasi kebersihan lingkungan di Ciamis.
Terbaru, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menerima kunjungan kerja Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang bersama rombongan dari Sumatra Barat pada Senin (4/5/2026).
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antar daerah dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar agenda formal.
āCiamis telah menjadi salah satu daerah yang direkomendasikan secara nasional dalam pengelolaan sampah,ā katanya, Senin (4/5/2026).
Ia menilai keberhasilan Ciamis layak dijadikan referensi untuk diterapkan di daerahnya.
āKarena saya menilai bahwa kebersihan suatu daerah mencerminkan karakter dan kesadaran masyarakatnya,ā ujarnya.
Studi Tiru Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
Rombongan juga meninjau langsung berbagai fasilitas pengelolaan sampah di lapangan.
Mulai dari bank sampah hingga Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) menjadi fokus pembelajaran.
āBerharap pengelolaan sampah bisa diterapkan di Kabupaten Lima Puluh Kota setelah melakukan studi tiru. Dengan begitu membawa sampah yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat,ā katanya.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyambut kunjungan tersebut dengan memaparkan capaian daerahnya di bidang lingkungan hidup.
āHasilnya Ciamis telah beberapa kali meraih penghargaan di bidang kebersihan, termasuk penghargaan bergengsi Adipura Kencana yang menjadi satu-satunya diraih di Provinsi Jawa Barat. Selain itu, Ciamis juga dinobatkan sebagai kota kecil terbersih se-ASEAN pada tahun 2025,ā ujarnya.
Ia menjelaskan keberhasilan itu didorong oleh kesadaran masyarakat yang tinggi terhadap kebersihan lingkungan.
Warga Ciamis telah terbiasa memilah sampah sejak dari rumah, baik organik maupun anorganik.
āDengan motivasi yang tinggi, alhamdulillah sampah-sampah ini sudah bisa dimanfaatkan melalui bank sampah yang tersebar di setiap desa dan kelurahan,ākatanya.
Saat ini sebanyak 305 bank sampah telah beroperasi di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis.
Pemerintah daerah berperan sebagai pendorong, sementara kesadaran masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan.
āKunjungan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antar daerah serta menjadi sarana bertukar pengalaman dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan,ā ujarnya.
Ke depan, pengelolaan sampah berbasis masyarakat diharapkan semakin meluas dan menjadi model nasional.

