Kasus Novel Baswedan, Agus Salim, dan Natasya Hutagalung adalah bukti nyata bahwa penyalahgunaan zat ini bisa menghancurkan hidup seseorang.
Pertolongan Pertama Jika Terkena Air Keras
Pertolongan pertama sangat menentukan seberapa parah kerusakan yang ditimbulkan. Berikut langkah-langkahnya:
1. Segera menjauh dari sumber bahaya dan lepaskan pakaian atau perhiasan yang terkena cairan.
2. Bilas area yang terpapar dengan air mengalir selama 20–30 menit. Jangan gunakan sabun, alkohol, atau es batu.
3. Hindari menggosok luka, karena dapat memperparah kerusakan jaringan.
4. Tutup luka dengan kain bersih atau perban longgar.
5. Segera ke fasilitas medis, apalagi bila terkena area vital seperti wajah, mata, atau menyebabkan nyeri hebat.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Korban air keras wajib segera mendapatkan pertolongan medis jika:
1. Luka bakar luas (lebih dari 5 cm) atau mengenai wajah, mata, mulut, dan persendian.
2. Timbul gejala sesak, pusing, muntah darah, atau penurunan kesadaran.
3. Luka terasa sangat nyeri dan memburuk meski sudah di bilas air.
Kasus yang menimpa Novel, Agus, dan Natasya membuktikan bahwa sebagian besar korban memerlukan perawatan intensif: operasi kulit, perawatan mata, hingga terapi jangka panjang.
Tips Pencegahan
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Baiknya simpan air keras di wadah khusus, jauh dari jangkauan anak-anak. Gunakan hanya untuk kepentingan resmi atau industri, jangan sembarangan menyimpan atau menjualnya. Lalu kenakan alat pelindung diri (sarung tangan, masker, kacamata) saat bekerja dengan air keras.












