Ibu-Ibu Tasikmalaya Hidupkan Literasi Anak Dengan Cara Yang Menarik

RADARPANGANDARAN.COM – Gerakan literasi anak di Kota Tasikmalaya terus tumbuh melalui pendekatan sederhana yang mengedepankan membaca nyaring sebagai metode utama.

Melansir laman Radartasik.id., di kawasan Jalan Pemuda, Kecamatan Tawang, aktivitas membaca anak menjadi simbol kecil perlawanan terhadap rendahnya minat baca.

Studio Buleud Komunitas Cermin menjadi ruang berkumpul ibu-ibu yang memilih menghadirkan buku di tengah dominasi gawai.

Mereka duduk melingkar sambil membaca nyaring dalam suasana santai dan interaktif.

Anak-anak terlibat secara alami tanpa tekanan, baik dengan menyimak, mendekat, maupun berinteraksi dengan buku.

Kegiatan ini digagas Tasik Read Aloud sebagai upaya membangun kedekatan anak dengan buku sejak dini.

Metode membaca nyaring dipilih untuk menumbuhkan rasa suka terhadap buku, bukan sekadar kemampuan membaca cepat.

Selain membaca, anak-anak juga diajak mengeksplorasi seni di sanggar secara bersamaan.

Pendekatan ini membuat proses belajar terasa menyenangkan dan tidak membebani anak.

Salah satu peserta, Murti Widyaningsih, aktif berbagi cerita dari buku yang dibawanya.

Ia menilai membaca bukan sekadar menyelesaikan halaman, tetapi bagaimana cerita bisa dibagikan.

“Saya senang mengumpulkan buku, lalu dibagikan inti ceritanya ke yang lain,” ujarnya.

Pendekatan Santai Jadi Kunci Tumbuhkan Minat Baca Anak

Kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi antaribu dalam mendampingi anak belajar membaca.

Mereka saling bertukar pengalaman, metode, dan cara menyampaikan cerita kepada anak.