RADARPANGANDARAN.COM – Kabupaten Garut mengambil langkah konkret menghadapi krisis lahan kritis melalui gerakan penghijauan massal lintas sektor.
Dilansir dari Radartasik.id, aksi penanaman pohon dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Bumi di sejumlah titik strategis wilayah Garut.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut bersama aparat keamanan dan komunitas lokal menanam sebanyak 160 pohon.
Kepala DLH Kabupaten Garut Jujun Juansyah menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan biasa.
“Kita bersinergi dengan Kepolisian, TNI, PNN, Perhutani, hingga beberapa SKPD untuk melakukan penanaman,” ucapnya, Kamis, 23 April 2026.
Ia menyebut keberhasilan program sangat bergantung pada kesadaran serta keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Penanaman dilakukan mulai dari kawasan perkotaan seperti Jalan Ibrahim Adjie hingga wilayah pedesaan.
Komunitas lingkungan Sekolah Sungai Cimanuk di Bayongbong turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Enam desa dari enam kecamatan juga ikut serta dalam mendukung aksi penghijauan serentak ini.
Kolaborasi dan Target Penghijauan Berkelanjutan
Jujun menekankan bahwa menjaga lingkungan harus menjadi kebiasaan rutin bukan hanya momentum peringatan tertentu.
Ia mengungkapkan masih terdapat sekitar 87.000 hektare lahan kritis di luar kawasan hutan.
Lahan tersebut menjadi tanggung jawab bersama untuk dipulihkan melalui program penghijauan berkelanjutan.
Pada tahun ini DLH menargetkan penanaman di lahan seluas 6 hektare.
Sebanyak 2.400 bibit pohon disiapkan dari anggaran dinas untuk mendukung target tersebut.







