RADARPANGANDARAN.COM – Perawatan sensor mobil kini lebih menekankan kalibrasi sensor mobil karena sensor ADAS jarang rusak dan umumnya hanya kehilangan akurasi.
Sensor kamera, radar, dan steering angle bekerja sangat presisi.
Sedikit perubahan posisi dapat memengaruhi kinerja sistem keselamatan.
Karena itu, kalibrasi menjadi prosedur utama perawatan.
Banyak pemilik mobil salah kaprah soal penggantian sensor.
Padahal sensor sering masih berfungsi normal.
Yang berubah biasanya sudut dan titik referensi sensor.
Kondisi tersebut terjadi setelah servis tertentu.
Spooring menjadi penyebab paling umum perubahan sudut sensor.
Selain itu, ganti kaca depan juga berdampak langsung.
Benturan ringan pun bisa memicu ketidaksesuaian pembacaan.
Bosch menyatakan bahwa sensor ADAS umumnya tidak perlu diganti.
Bosch menegaskan kalibrasi ulang memastikan fungsi tetap akurat.
Pernyataan tersebut tertuang dalam dokumen resmi Bosch Automotive Aftermarket.
Karena itu, pabrikan menempatkan kalibrasi sebagai prosedur wajib.
Sensor Kamera dan Radar Lebih Sering Butuh Kalibrasi
Sensor kamera dan radar ADAS sangat sensitif terhadap perubahan geometri kendaraan.
Toyota menjelaskan bahwa teknisi wajib mengkalibrasi ulang kamera dan radar.
Penjelasan tersebut tertulis di Toyota Repair Manual resmi.
Kalibrasi dilakukan tanpa mengganti sensor.
Teknisi hanya mengganti sensor jika menemukan kerusakan fisik.
Lexus menerapkan prinsip yang sama pada Lexus Safety System+.
Volkswagen Group juga memiliki kebijakan yang sama.
VW menyebut sensor adalah alat ukur presisi.












