RADARPANGANDARAN.COM – Penanganan jalan berlubang di Pantura Jawa disebut hampir rampung dengan sisa perbaikan sekitar 1 hingga 2 persen.
Melansir laman Infopublik.id, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan peran penilik jalan sebagai garda terdepan dalam menjaga kondisi jalan nasional.
Pemantauan rutin setiap hari dinilai menjadi kunci dalam mendeteksi kerusakan sejak dini.
Langkah tersebut memungkinkan penanganan cepat sebelum kerusakan semakin meluas.
“Kalau jalan berlubang di Pantura insya Allah sudah hampir tuntas, sisa sekitar 1 sampai 2 persen. Di semua balai jalan ada penilik jalan yang setiap hari mengecek kondisi, mana yang berlubang dan harus segera ditangani,” kata Menteri Dody.
Setiap penilik jalan bertanggung jawab mengawasi ruas sepanjang 10 hingga 25 kilometer.
Hal ini memungkinkan proses pemeriksaan dilakukan secara rutin dan terukur.
Pemeliharaan Rutin dan Antisipasi Kerusakan Berulang
Penanganan jalan dilakukan melalui berbagai metode seperti penutupan lubang dan pelapisan ulang perkerasan.
Selain itu, pemeliharaan rutin juga mencakup pembersihan bahu jalan dan normalisasi drainase.
Langkah ini bertujuan menjaga fungsi jalan tetap optimal bagi pengguna.
Perhatian juga diberikan pada kondisi jembatan, terutama bagian sambungan yang berpotensi membahayakan.
“Bagi mobil mungkin hanya mengurangi kenyamanan, tetapi untuk motor bisa berbahaya. Standarnya kita tingkatkan, harus aman juga untuk sepeda motor,” ujar Menteri Dody.
Meski demikian, potensi kerusakan jalan masih dapat terjadi akibat faktor eksternal.







