Peringatan Hari Kartini di Tasikmalaya Dorong Perempuan Berdaya di Era Digital

RADARPANGANDARAN.COM – Peringatan Hari Kartini di Kota Tasikmalaya tahun ini menampilkan perubahan makna dari seremoni menjadi gerakan substansial.

Melansir laman Radartasik.id, momentum ini tidak lagi sekadar parade kebaya, tetapi diarahkan pada isu nyata yang dihadapi perempuan masa kini.

Putik Perempuan Indonesia mengalihkan perhatian dari simbol menuju substansi perjuangan modern.

Perempuan kini tidak hanya tampil di panggung, tetapi juga berjuang di ruang digital yang penuh tantangan.

Founder Putik Perempuan Indonesia, Naza Fitri, menegaskan bahwa makna perjuangan Raden Ajeng Kartini telah berkembang.

BACA JUGA : test123123

Perjuangan perempuan saat ini tidak lagi terbatas pada akses pendidikan dasar.

Tantangan baru meliputi literasi digital, kesetaraan kerja, dan kesehatan mental yang semakin kompleks.

ā€œKartini masa kini bukan lagi soal bisa sekolah atau tidak. Tapi soal berani memilih jalan hidup, menguasai teknologi, dan tidak terjebak stigma antara karier atau keluarga,ā€ ujar Naza, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa makna ā€œHabis Gelap Terbitlah Terangā€ kini harus dimaknai lebih luas.

Perempuan dituntut untuk berani bersuara dan mengambil peran penting dalam perubahan sosial.

Transformasi Perjuangan Perempuan di Era Digital

Putik Perempuan Indonesia mengidentifikasi tiga isu utama yang menjadi perhatian perempuan saat ini.

Isu pertama adalah kemandirian ekonomi berbasis digital yang membuka peluang usaha dari rumah.

Teknologi kini menjadi alat penting bagi perempuan untuk berkembang secara mandiri.