RADARPANGANDARAN.COM – Mie Lethek Bantul jadi kuliner Bantul paling unik dengan warna kusam alami dan rasa gurih khas yang sulit dilupakan.
Mie tradisional ini berasal dari Kabupaten Bantul, Yogyakarta, dan terkenal karena proses pembuatannya yang alami tanpa bahan kimia.
Nama “lethek” berarti kusam dalam bahasa Jawa, menggambarkan warna mie yang kecokelatan, bukan putih atau kuning cerah.
Namun, justru di situlah daya tariknya karena mie ini dibuat dari tepung tapioka dan gaplek berkualitas.
Proses tradisional Mie Lethek Jogja yang langka
Mie Lethek Jogja tidak hanya unik dari bahan, tetapi juga proses pembuatannya yang masih sangat tradisional.
Di Srandakan, Bantul, pabrik mie masih menggunakan tenaga sapi untuk memutar alat pengaduk adonan.
Cara ini menjaga tekstur mie tetap kenyal dan padat secara alami tanpa mesin modern.
Proses tersebut juga mencerminkan nilai budaya dan filosofi kerja keras masyarakat setempat.
Tidak heran jika mie tradisional ini menjadi daya tarik wisata kuliner yang autentik.
Cita rasa khas Mie Lethek Bantul yang bikin ketagihan
Mie Lethek Bantul memiliki cita rasa gurih yang khas dari perpaduan bawang putih, kemiri, dan kaldu ayam kampung.
Bumbu meresap sempurna ke dalam mie sehingga setiap suapan terasa kaya rasa.
Biasanya disajikan dalam dua pilihan, yaitu goreng dan godhog atau rebus.
Aroma asap dari tungku kayu bakar menambah sensasi makan yang semakin nikmat.
Inilah alasan banyak wisatawan rela berburu kuliner Bantul ini.
8 rekomendasi Mie Lethek Bantul terbaik di Jogja
Mie Lethek Mbah Mendes menjadi salah satu pelopor yang populer di kalangan wisatawan.







