Dari Bukit Sunyi Menjadi Ikon Wisata: Kisah Awal Lahirnya HeHa Sky View di Pathuk

RADARPANGANDARAN.COM – Malam di kawasan perbukitan Pathuk memiliki suasana yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Angin lembah yang sejuk berpadu dengan panorama lampu Kota Yogyakarta yang berkilau seperti taburan bintang di permukaan bumi.

Banyak orang yang awalnya hanya melintas akhirnya memilih berhenti sejenak, menikmati minuman hangat, dan memandangi kota lebih lama dari rencana semula.

Keindahan alam itulah yang kemudian melahirkan sebuah destinasi wisata yang kini dikenal luas: HeHa Sky View.

Tempat ini tidak lahir dari perencanaan pariwisata yang rumit atau konsep besar dari konsultan wisata. Justru sebaliknya, semuanya berawal dari rasa penasaran dan keberanian mencoba sesuatu yang belum tentu berhasil.

Di balik lahirnya tempat ini ada dua sosok penting: Hery Zudianto dan Handoyo Mawardi, yang akrab dipanggil Hany.

Keduanya tidak sepenuhnya berasal dari dunia pariwisata. Hery dikenal sebagai pengusaha sekaligus pernah menjabat sebagai Wali Kota Yogyakarta selama dua periode.

Sementara Hany adalah pemilik lahan yang lebih dulu melihat potensi pemandangan indah di kawasan tersebut.

Pada awalnya mereka tidak memiliki ambisi besar untuk menciptakan objek wisata terkenal. Ide awalnya cukup sederhana: membangun restoran di atas bukit yang bisa menjadi tempat orang menikmati pemandangan senja.

Mereka membayangkan sebuah tempat singgah yang nyaman bagi siapa pun yang ingin beristirahat sejenak dari kesibukan kota.

Namun setelah tempat itu mulai beroperasi, skala dampaknya berkembang jauh lebih cepat dari yang dibayangkan. HeHa Sky View tidak hanya menjadi tempat makan atau lokasi berfoto.