Jalur ini melewati beberapa jembatan dan empat terowongan utama, yaitu Terowongan Batulawang, Terowongan Hendrik, Terowongan Juliana, dan Terowongan Sumber atau Terowongan Wilhelmina.
Namun, sejarah jalur kereta api ini tidak berlangsung selamanya. Pada 1 Februari 1982, jalur kereta api Banjar-Cijulang resmi ditutup total.
Meski demikian, jejak-jejak sejarah pembangunan jalur ini tetap menjadi bagian penting dari sejarah kereta api indonesia, khususnya di wilayah Priangan Timur.
RADARPANGANDARAN.COM - Mazda CX-3 hadir sebagai SUV kompak premium dengan mesin responsif dan fitur keselamatan lengkap.…
RADARPANGANDARAN.COM - Foto interior mobil profesional sangat menentukan keberhasilan jual beli mobil online karena visual…
RADARPANGANDARAN.COM - Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia menjadi cara kreatif untuk menghadirkan suasana imajinatif yang…
RADARPANGANDARAN.COM - OPPO Reno12 Pro menghadirkan Kamera AI Portrait unggulan dengan desain futuristik serta performa…
RADARPANGANDARAN.COM - Deteksi dini inverter lemah sangat penting karena inverter EV lemah menurunkan performa dan memicu…
RADARPANGANDARAN.COM - Yamaha X-Ride 2026 menghadirkan desain adventure motor unik, Review Yamaha X-Ride menunjukkan karakter…
This website uses cookies.