Pemandangan di area ini terlihat sangat kontras dibandingkan dengan hutan pada umumnya.
Pepohonan cantigi yang kering dan berwarna hitam berdiri tanpa daun, menciptakan suasana yang terlihat suram sekaligus unik.
Hutan ini sebenarnya pernah menjadi kawasan hutan yang rimbun sebelum akhirnya rusak akibat erupsi Gunung Papandayan pada tahun 2002.
Kini, area tersebut justru menjadi spot foto favorit para pengunjung. Perpaduan tanah berwarna putih dengan batang pohon hitam memberikan latar yang dramatis dan sering dimanfaatkan untuk fotografi.
Padang Edelweis Tegal Alun
Bagi pengunjung yang ingin melanjutkan perjalanan, dari kawasan kawah tersedia jalur menuju Tegal Alun.
Tempat ini dikenal sebagai padang edelweis yang sangat luas sekaligus menjadi salah satu titik tertinggi di Gunung Papandayan.
Hamparan bunga edelweis yang tumbuh di area seluas sekitar 35 hektare menjadikan tempat ini sering disebut sebagai salah satu padang edelweis terbesar di Asia Tenggara.
Saat musim kemarau, terutama antara bulan Juni hingga September, bunga-bunga ini biasanya bermekaran dan memperindah pemandangan.
Namun pengunjung perlu mengingat bahwa bunga edelweis merupakan tanaman yang dilindungi.
Setiap orang yang datang ke kawasan ini dilarang memetiknya demi menjaga kelestarian alam.
Kolam Air Panas Alami
Selain trekking dan menikmati pemandangan alam, wisatawan juga dapat mencoba berendam di kolam air panas alami yang tersedia di kawasan Papandayan.
Airnya berasal dari aktivitas geothermal gunung sehingga mengandung sulfur.







