RADARPANGANDARAN.COM – Mudik kendaraan pribadi menjadi pilihan favorit banyak masyarakat saat Lebaran karena lebih fleksibel dan nyaman digunakan bersama keluarga.
Tahun 2026, arus mudik diprediksi semakin padat karena jutaan masyarakat kembali pulang ke kampung halaman saat Idul Fitri.
Kementerian Perhubungan memperkirakan sekitar 143,9 juta orang melakukan perjalanan selama periode mudik Lebaran tahun ini.
Kondisi tersebut membuat pemudik wajib meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan jauh menggunakan mobil maupun sepeda motor.
Keselamatan berkendara saat mudik perlu menjadi prioritas utama agar perjalanan tetap nyaman hingga tiba di tujuan.
Tantangan mudik kendaraan pribadi semakin besar ketika pengendara menghadapi kemacetan panjang dan kondisi tubuh yang mudah lelah.
Pakar keselamatan berkendara dari Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, mengingatkan tiga risiko utama selama mudik.
Tiga risiko tersebut meliputi perjalanan lebih lama, kelelahan pengemudi, dan kebiasaan membawa barang berlebihan.
Waktu perjalanan mudik kendaraan pribadi bisa dua kali lebih lama dibandingkan hari biasa.
Perjalanan Jakarta menuju Semarang misalnya, dapat memakan waktu hingga belasan jam saat arus mudik mencapai puncaknya.
Kemacetan panjang di jalan tol dan jalur arteri menjadi penyebab utama meningkatnya durasi perjalanan.
Karena itu, pemudik wajib menyusun rencana perjalanan secara matang sebelum berangkat menuju kampung halaman.
Keselamatan berkendara saat mudik dimulai dari menentukan waktu keberangkatan yang tepat dan menghindari jam padat kendaraan.







