RADARPANGANDARAN.COM – Pelaksanaan TKA di SMKN 2 Pangandaran masih terkendala fasilitas komputer.
Tes ini ditujukan bagi siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.
Wakil Kepala SMKN 2 Pangandaran Illan Mubarok menjelaskan TKA sebenarnya tidak wajib.
Namun, Disdik Provinsi merekomendasikan agar seluruh siswa kelas 3 mengikutinya.
Tujuannya agar nilai tes dapat digunakan jika siswa ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Illan menyebutkan minat siswa melanjutkan kuliah masih rendah.
Dari 105 peserta tes, hanya lima orang yang berminat melanjutkan ke perguruan tinggi.
Pihak sekolah mengaku keterbatasan fasilitas komputer menjadi kendala utama.
Jumlah perangkat yang terbatas membuat pelaksanaan dilakukan secara bergantian.
Tes dibagi menjadi empat sesi dengan masing-masing 20 siswa.
Sistem yang digunakan adalah semi online, dimana aplikasi dan server disiapkan sehari sebelum pelaksanaan.
Illan menuturkan koneksi internet hanya diperlukan saat siswa mulai menjawab soal.
Hal ini dilakukan untuk menghemat penggunaan jaringan agar proses tes berjalan lancar.
Materi yang diujikan meliputi wawasan umum, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika untuk sesi pertama.
Pada sesi kedua, materi disesuaikan dengan jurusan kuliah yang diminati siswa.
Dalam pelaksanaan TKA, hasil tes tidak menampilkan nilai angka.
Sistem penilaian hanya berupa kategori Istimewa, Baik, dan Cukup.
Illan menjelaskan nilai sebenarnya hanya dapat diketahui pihak universitas saat proses seleksi masuk perguruan tinggi.







