RADARPANGANDARAN.COM –Â Taman minimalis ROW sempit menjadi solusi efektif untuk perumahan dengan akses kendaraan dekat fasad.
Masalah utama muncul ketika kendaraan parkir terlalu dekat dengan fasad rumah.
Karena itu, desainer harus menjaga keamanan dan kerapian taman.
Namun, ruang tersedia biasanya sangat terbatas.
Oleh sebab itu, desainer perlu menerapkan strategi yang lebih presisi.
Konsep ruang transisi kemudian menjadi kunci utama.
Maka, desainer dapat menggunakan lapisan tanaman tipis sebagai threshold.
Idealnya, lapisan ini memiliki lebar 30 hingga 60 sentimeter.
Selain itu, lapisan tersebut tidak menghambat jalur kendaraan.
Pendekatan ini menciptakan batas halus antara area publik dan privat.
Dengan demikian, rumah terasa lebih terlindungi.
Namun, penghuni tetap menjaga visibilitas demi keamanan.
Prinsip CPTED juga mendorong keterbukaan pandangan.
Karena itu, desainer sebaiknya menjaga tinggi tanaman antara 60 hingga 120 sentimeter.
Pendekatan ini membantu menjaga skala manusia tetap nyaman.
Konsep Desain Taman Minimalis untuk ROW Sempit
Taman minimalis dengan ROW sempit memerlukan intervensi desain yang ringan.
Oleh karena itu, desainer tidak perlu menambahkan elemen berlebihan.
Pendekatan negative space menjadi sangat relevan dalam konteks ini.
Konsep tersebut menekankan peran ruang kosong sebagai elemen utama.
Karena itu, desainer kerap memilih planter linear sebagai solusi.
Planter beton tipis menyatu secara harmonis dengan fasad.
Selain itu, garis lurus memperkuat kesan rapi dan terstruktur.







