Dampak Cuaca Panas Ekstrem pada Mobil Hybrid dan Cara Perawatan Mobil Hybrid di Iklim Tropis

RADARPANGANDARAN.COM – Mobil hybrid di cuaca panas ekstrem terbukti mengalami penurunan performa dan membutuhkan perawatan mobil hybrid ekstra agar tetap optimal di iklim tropis Indonesia.

Cuaca panas ekstrem kini semakin sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Kondisi ini memberi dampak langsung pada performa mobil hybrid modern.

Banyak pemilik baru menyadari masalah setelah tenaga terasa menurun.

Konsumsi bahan bakar meningkat meski gaya berkendara tidak berubah.

Sistem kelistrikan juga bisa menunjukkan gejala tidak normal.

Iklim tropis Indonesia memiliki suhu harian cukup tinggi sepanjang tahun.

Saat musim kemarau, temperatur udara bisa melonjak drastis.

Sistem pendinginan mobil hybrid pun bekerja lebih keras dari biasanya.

Mobil seperti Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid tetap butuh perhatian khusus.

Begitu juga Toyota Veloz Hybrid yang populer di pasar nasional.

Teknologi canggih tetap memiliki batas toleransi suhu.

Baterai hybrid menjadi komponen paling rentan terhadap panas.

Suhu tinggi menurunkan efisiensi penyimpanan energi secara signifikan.

Umur pakai baterai hybrid bisa berkurang lebih cepat.

Sistem manajemen suhu memang sudah terpasang pabrikan.

Namun filter pendingin kotor dapat menghambat sirkulasi udara.

Ventilasi terhalang membuat panas terjebak di ruang baterai.

Degradasi sel baterai pun berlangsung lebih cepat.

Inverter mobil juga terdampak cuaca panas ekstrem.

Inverter berfungsi mengubah arus listrik bagi motor listrik.

Saat suhu tinggi, inverter menghasilkan panas tambahan.