Apparitional Experience, Alasan Mengapa Hantu disetiap Negara Berbeda

RADARPANGANDARAN.COM – Pernah nggak kamu merasa diawasi padahal lagi sendirian? Atau mendengar suara langkah kaki di ruangan kosong? Tenang, kamu nggak gila kok. Fenomena ini dikenal sebagai apparitional experience, yaitu pengalaman ketika otak membuat kita merasa ada “sosok lain” di sekitar, padahal sebenarnya nggak ada siapa-siapa.

Para peneliti menjelaskan, pengalaman seperti ini sering muncul karena otak salah menafsirkan sinyal dari tubuh. Saat kamu lagi takut, stres, atau kelelahan, otak jadi lebih gampang “mengarang cerita”. Bayangan samar atau suara kecil bisa langsung kamu terjemahkan sebagai kehadiran hantu. Jadi, bukan rumahnya yang angker, tapi otakmu yang sedang menipu diri sendiri.

Eksperimen yang Bikin Orang Ngerasa Dihantui

Tim ilmuwan dari EPFL Swiss pernah melakukan eksperimen unik untuk membuktikan hal ini. Mereka membuat peserta merasakan gerakan tubuh dan sentuhan yang nggak sinkron. Hasilnya? Banyak orang langsung merasa seperti ada sosok tak terlihat berdiri di belakang mereka!

Otak manusia ternyata bisa “salah baca” sinyal tubuh sendiri. Ketika bagian otak yang mengatur kesadaran diri dan posisi tubuh seperti korteks insular dan parietal terganggu, otak menciptakan ilusi tentang kehadiran makhluk lain. Jadi, sensasi seperti “ada yang ngawasin” sebenarnya hasil dari sistem saraf yang sedang kebingungan.

Medan Magnet dan Getaran yang Bikin Merinding

Seorang ilmuwan asal Kanada, Michael Persinger, bahkan menciptakan alat bernama “God Helmet”. Alat ini memancarkan medan elektromagnetik lemah ke kepala peserta, dan hasilnya banyak dari mereka merasa seperti terasa tersentuh atau serasa ada yang memeluk oleh sesuatu yang nggak terlihat.

Menariknya, frekuensi elektromagnetik dan getaran infrasonik juga bisa memicu rasa takut dan cemas. Jadi, tempat-tempat yang “berhantu” mungkin cuma punya getaran atau medan magnet tertentu yang membuat otak kita bereaksi seolah ada sesuatu yang menyeramkan.