Mencoba Jawawut, Pangan Lokal Pengganti Nasi

RADARPANGANDARAN.COM – Kamu mungkin lebih sering mendengar beras, jagung, atau gandum. Tapi pernahkah kamu memcoba jawawut? Tanaman biji-bijian ini dulu pernah menjadi makanan pokok di beberapa daerah Indonesia, jauh sebelum nasi sepopuler sekarang. Kini, saat tren hidup sehat dan gerakan cinta pangan lokal makin ramai, jawawut kembali jadi sorotan.

Jawawut tumbuh subur di lahan kering dan tidak manja terhadap kondisi cuaca. Ia tetap bisa hidup meski tanahnya berbatu atau minim air. Ketahanannya inilah yang membuat banyak petani dan peneliti mulai meliriknya sebagai alternatif pangan masa depan. Apalagi, di tengah perubahan iklim dan berkurangnya lahan padi, jawawut bisa jadi penyelamat kebutuhan karbohidrat.

Gizi Tinggi, Tubuh Lebih Sehat

Jangan tertipu oleh ukurannya yang kecil. Di balik butiran mungilnya, jawawut menyimpan nutrisi luar biasa. Biji ini mengandung karbohidrat kompleks, protein nabati, lemak sehat, serat tinggi, serta berbagai mineral penting seperti zat besi dan magnesium. Menariknya, kadar gizinya bisa tiga hingga lima kali lebih tinggi daripada nasi putih.

Bukan hanya itu, indeks glikemik jawawut tergolong rendah. Artinya, makan jawawut tidak akan membuat gula darah melonjak cepat. Kondisi ini sangat membantu bagi penderita diabetes atau siapa pun yang ingin menjaga berat badan dan kesehatan metabolik. Kandungan vitamin B-nya juga membantu tubuh menghasilkan energi dan menjaga fungsi saraf tetap optimal.

Dengan nutrisi lengkap dan manfaatnya yang besar, jawawut kini disebut sebagai “superfood lokal” yang tak kalah dari quinoa atau oats dari luar negeri.