Bisa Diolah Jadi Apa Saja
Kelebihan lain jawawut adalah fleksibilitasnya di dapur. Kamu bisa mengolahnya seperti nasi, membuat bubur, atau menggilingnya menjadi tepung untuk bahan roti, kue, dan camilan sehat. Teksturnya lembut, sedikit kenyal, dan punya rasa gurih alami yang bikin ketagihan.
Beberapa kafe dan pelaku UMKM sudah berinovasi dengan bahan ini. Ada yang membuat cookies jawawut, granola, bahkan smoothie bowl dengan topping biji jawawut. Pangan tradisional ini kini tampil kekinian dan mudah diterima gaya hidup modern.
Pangan Ramah Lingkungan yang Bernilai Tinggi
Selain sehat, jawawut juga terkenal ramah lingkungan. Tanaman ini tahan kekeringan, tidak butuh banyak air, dan bisa tumbuh di lahan yang tidak cocok untuk padi. Karakter ini membuatnya cocok dikembangkan di berbagai daerah Indonesia, terutama wilayah dengan cuaca ekstrem.
Beberapa daerah seperti Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi sudah mulai menanamnya lagi. Jika pengembangannya terus berjalan, jawawut bisa mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan pendapatan petani lokal. Jadi, manfaatnya bukan hanya untuk kesehatan tubuh, tapi juga untuk ekonomi dan lingkungan.
Saatnya Beri Kesempatan untuk Jawawut
Kita sering kali terlalu bergantung pada nasi, padahal Indonesia punya banyak sumber karbohidrat alami yang sama bergizinya. Cobalah sesekali mengganti nasi dengan jawawut. Selain memberi variasi pada menu harian, kamu juga membantu gerakan cinta pangan lokal yang lebih berkelanjutan.
Mulailah dengan mencoba bubur jawawut hangat di pagi hari atau olahan nasi jawawut saat makan siang. Siapa tahu, dari situ kamu justru menemukan makanan favorit baru yang lebih sehat dan menyehatkan bumi.










