RADARPANGANDARAN.COM – Gelombang panas ekstrem di Jakarta semakin menantang kehidupan masyarakat perkotaan. Karena itu, solusi inovatif dan berkelanjutan kini sangat dibutuhkan.
Teknologi smart cooling hadir sebagai jawaban atas suhu yang terus meningkat. Dengan sistem ini, kenyamanan warga tetap terjaga meski suhu mencapai 35 derajat Celcius.
Selain itu, kota besar seperti Jakarta mulai beralih ke sistem pendinginan pintar. Teknologi ini menjaga suhu ruangan tetap stabil tanpa menambah emisi karbon.
Sementara itu, urbanisasi dan perubahan iklim memperburuk efek panas di wilayah perkotaan. Oleh karena itu, pengembangan arsitektur hijau menjadi langkah penting menghadapi cuaca ekstrem.
Teknologi Smart Cooling Jadi Tren Kota Modern
Kini, sistem Smart Cooling menjadi inovasi unggulan di bidang tata udara modern. Sistem ini menggunakan kecerdasan buatan dan sensor real-time untuk memantau suhu otomatis.
Dengan demikian, pendinginan bisa menyesuaikan kebutuhan pengguna secara efisien. Selain itu, smart cooling mampu menghemat hingga 40 persen energi dibanding AC konvensional.
Lebih lanjut, pengguna dapat mengontrol suhu lewat aplikasi smartphone dengan mudah. Jadi, mereka tetap bisa mengatur suhu meski sedang tidak di rumah.
Teknologi ini tidak hanya menambah kenyamanan, tetapi juga menekan beban listrik nasional. Oleh sebab itu, sistem pendinginan pintar semakin diminati masyarakat urban.
Selain itu, pameran RHVAC Indonesia 2025 menampilkan berbagai inovasi hemat energi. Acara tersebut memperlihatkan perkembangan pesat industri pendinginan ramah lingkungan di Indonesia.












