Strategi Efektif Orang Tua untuk Batasi Konten Pendek pada Anak

RADARPANGANDARAN.COM – Strategi orang tua untuk membatasi akses konten pendek pada anak menjadi kebutuhan mendesak karena paparan video singkat semakin mudah dijangkau. Karena konten pendek memiliki ritme cepat dan sering kali mengandung informasi yang tidak sesuai usia, anak sangat rentan mengalami dampak negatif.

Selain itu, algoritma yang terus mendorong video baru membuat anak sulit berhenti. Karena alasan itu, orang tua perlu mengambil peran aktif dalam mengontrol konsumsi digital anak agar perkembangan emosional dan kognitif tetap sehat.

Pengaturan Waktu Layar

Strategi orang tua untuk membatasi akses konten pendek juga mencakup pengaturan durasi penggunaan gadget. Karena waktu layar yang berlebihan mengganggu konsentrasi dan kesehatan mental, batasan yang jelas sangat penting. Selain itu, rekomendasi durasi menonton dapat berbeda berdasarkan usia.

Karena anak pra-SD masih berada dalam masa emas perkembangan, mereka sebaiknya tidak menonton konten sama sekali tanpa pendampingan. Selain itu, anak SD hingga SMP idealnya hanya menonton maksimal dua jam per hari agar mereka tetap fokus pada kegiatan belajar.

Karena remaja SMA mulai memiliki kebutuhan digital lebih luas, mereka bisa menggunakan gadget dua hingga tiga jam per hari dengan pengawasan ketat. Dengan batasan itu, anak belajar mengelola waktu secara lebih sehat.

Kontrol Orang Tua

Strategi orang tua untuk membatasi akses konten pendek juga memerlukan pemanfaatan fitur kontrol orang tua. Karena perangkat dan aplikasi kini menyediakan opsi keamanan digital, orang tua dapat memblokir konten yang tidak sesuai.