RADARPANGANDARAN.COM –Â Taman minimalis fasad rumah berperan penting pada rumah warna terang karena mengontrol pantulan cahaya.
Selain itu, taman meredam cahaya tropis berlebih sejak tahap perancangan awal.
Rumah berwarna putih dan krem memiliki nilai albedo tinggi.
Artinya, permukaan tersebut memantulkan cahaya sangat kuat.
Akibatnya, teras terasa silau pada siang hari.
Selain itu, suhu permukaan dinding ikut meningkat.
Karena itu, desainer tidak boleh menjadikan taman sekadar elemen dekoratif.
Sebaliknya, taman harus berfungsi sebagai penyaring cahaya alami.
Pendekatan ini selaras dengan prinsip arsitektur tropis modern.
Literatur bioklimatik menjelaskan pentingnya vegetasi dalam mengontrol panas bangunan.
Vegetasi menurunkan suhu melalui bayangan dan proses evaporasi.
Selain itu, tanaman memecah intensitas cahaya sebelum menyentuh dinding.
Dengan demikian, penghuni tetap merasakan kenyamanan visual.
Fasad warna terang pun terlihat bersih tanpa silau berlebihan.
Oleh karena itu, perancang perlu menyusun strategi taman secara matang.
Layered Planting sebagai Filter Cahaya Tropis
Secara umum, konsep layered planting menjadi dasar taman minimalis fasad rumah.
Teknik ini menggunakan beberapa lapisan vegetasi berbeda secara terstruktur.
Lapisan pertama menghadirkan groundcover rendah sebagai penutup tanah.
Selanjutnya, desainer menambahkan semak berdaun padat.
Kemudian, desainer menempatkan pohon kecil berkanopi ringan.
Struktur berlapis ini memecah cahaya matahari secara bertahap.
Selain itu, struktur tersebut menghasilkan bayangan yang lebih lembut.







