Selain itu, mengonsumsi daging merah secara terus-menerus tanpa diimbangi dengan serat dapat memicu peradangan pada usus.
Minuman bersoda dan berkarbonasi mengandung kadar gula tinggi serta bahan kimia tambahan yang bisa merusak keseimbangan asam di usus. Kandungan karbon dioksida membuat perut terasa kembung dan mengganggu sistem pencernaan.
Selain itu, soda juga dapat menurunkan kadar bakteri baik, membuat usus sulit menyerap nutrisi dengan maksimal.
Untuk menjaga usus tetap sehat, gantilah minuman bersoda dengan air putih, infused water, atau jus buah tanpa gula tambahan.
Roti tawar, mie instan, dan pasta berbahan tepung putih termasuk makanan penyebab usus kotor. Tepung putih mengandung serat rendah sehingga tubuh sulit mencernanya dan dapat menyebabkan penumpukan sisa makanan di usus besar.
Karbohidrat olahan juga menyebabkan lonjakan gula darah yang mengganggu metabolisme tubuh. Agar pencernaan tetap lancar, ganti dengan sumber karbohidrat kompleks seperti oatmeal, nasi merah, atau roti gandum utuh.
RADARPANGANDARAN.COM - Suzuki e-Vitara sebagai mobil listrik Suzuki hadir dengan baterai 61 kWh dan DC…
RADARPANGANDARAN.COM - Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia kini menjadi solusi favorit bagi banyak pengguna yang…
RADARPANGANDARAN.COM - POCO X6 5G menjadi HP gaming 3 jutaan terbaik 2026, menawarkan performa cepat…
RADARPANGANDARAN.COM - VinFast VF 3 hadir sebagai mobil listrik mini yang menyasar mobilitas kota dengan biaya…
RADARPANGANDARAN.COM - Dell XPS 13 menjadi Laptop Dell XPS populer karena spesifikasi Dell XPS tinggi…
RADARPANGANDARAN.COM - Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia kini semakin sering digunakan untuk menghadirkan edit foto…
This website uses cookies.