RADARPANGANDARAN.COM – Program unggulan Satu Desa Satu Sarjana menjadi langkah besar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Program ini digagas langsung di bawah kepemimpinan Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin. Fokus utamanya anak-anak desa harus punya akses pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya.
Pemkab Tasikmalaya tidak main-main. Program unggulan Satu Desa Satu Sarjana diarahkan untuk meloloskan putra-putri terbaik desa ke kampus negeri favorit.
Di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Siliwangi (Unsil). Seluruh biaya kuliah ditanggung penuh oleh pemerintah daerah.
Komitmen tersebut sudah diperkuat secara resmi. Pemkab Tasikmalaya telah menandatangani nota kesepahaman dengan ITB dan UPI.
Penandatanganan dilakukan langsung Bupati bersama para rektor. Kerja sama ini menjadi pintu utama pelaksanaan program di lapangan.
Dikutip dari Radartasik.id, Bupati Cecep berpandangan pembangunan tidak cukup hanya dengan infrastruktur fisik. Investasi terbesar justru ada pada manusia.
Jalan dan bangunan bisa rusak dalam hitungan tahun. Namun kualitas anak muda yang dibangun dengan pendidikan akan bertahan jauh lebih lama.
Program ini disusun secara berjenjang. Proses seleksi dimulai dari tingkat desa. Kepala desa bertugas menyaring lulusan SMA atau sederajat yang memiliki prestasi terbaik.
Nama-nama terpilih kemudian diusulkan ke kecamatan. Selanjutnya berkas diteruskan ke tingkat kabupaten untuk mendapat persetujuan akhir dari bupati.







