RADARPANGANDARAN.COM – Realisasi pajak di Pangandaran hingga awal Desember 2025 masih belum mencapai target penuh.
Pemerintah daerah masih berpacu dengan waktu. Sisa tahun anggaran kian menipis.
Tahun ini, target pendapatan asli daerah dari sektor pajak dipatok sebesar Rp 159 miliar.
Namun capaian sementara masih tertahan.
Data Badan Pendapatan Daerah menunjukkan penerimaan pajak baru menyentuh Rp 99,8 miliar.
Angkanya setara 89,54 persen.
Jika digabung dengan tiga jenis retribusi daerah, total PAD yang masuk mencapai Rp 147,3 miliar.
Tingkat realisasinya berada di kisaran 92 persen.
Capaian itu dinilai cukup baik, meski belum maksimal.
Dikutip dari Radartasik.id, Kepala Bidang Pajak Daerah Lainnya Bapenda Pangandaran Asep Rusli menyampaikan pihaknya masih terus berupaya menutup kekurangan.
Target 100 persen tetap dikejar.
Meski diakui kondisinya cukup berat karena sudah di akhir tahun anggaran.
Bapenda pun menggenjot penagihan kepada para wajib pajak.
Langkah ini dilakukan agar realisasi bisa terdongkrak di sisa waktu yang ada.
Penagihan dilakukan lebih intensif dan terarah.
Selain itu, Bapenda berharap ada peningkatan kunjungan wisatawan.
Kenaikan jumlah wisata dinilai bisa berdampak langsung pada tingkat hunian hotel.
Sektor tersebut menjadi salah satu penopang pajak daerah.
Untuk penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan, capaian tahun ini dinilai relatif lebih baik.
Perbaikan sistem pemungutan menjadi salah satu faktor pendukung.
Salah satunya dengan pengambilalihan proses penagihan langsung oleh Bapenda.












