RADARPANGANDARAN.COM – Ikan hasil tangkapan nelayan di perairan Kabupaten Pangandaran sepanjang 2025 mengalami penurunan cukup signifikan.
Kondisi tersebut diduga kuat dipengaruhi cuaca buruk yang terjadi hampir sepanjang akhir tahun.
Berdasarkan data Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran, total tangkapan ikan hingga akhir November 2025 tercatat sekitar 930 ton.
Sementara perhitungan untuk bulan Desember masih berjalan dan sebagian data yang telah masuk menunjukkan hasilnya hanya berkisar ratusan ton.
Fungsional Pengelola Produksi Perikanan Tangkap DKPKP Pangandaran Mega menjelaskan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, penurunan hasil tangkapan pada 2025 terlihat sangat mencolok.
Pada 2023, total produksi perikanan tangkap masih mencapai sekitar 2.800 ton.
Angka tersebut turun menjadi sekitar 2.300 ton pada 2024, lalu kembali merosot drastis pada 2025.
Dia menilai cuaca buruk menjadi faktor utama yang memengaruhi aktivitas nelayan.
Kondisi gelombang tinggi dan angin kencang membuat nelayan jarang melaut, sehingga berdampak langsung pada jumlah ikan yang berhasil ditangkap.
Selain faktor cuaca, keterbatasan alat tangkap juga menjadi kendala.
Tidak semua nelayan di Pangandaran memiliki peralatan yang memadai untuk menjangkau wilayah tangkapan yang lebih jauh.
Sebagian besar nelayan hanya mampu melaut sejauh dua hingga empat mil, sehingga hasil tangkapan pada musim tertentu tidak bisa maksimal.
Meski volume tangkapan menurun, capaian retribusi sektor perikanan pada 2025 justru tercatat cukup baik.












