RADARPANGANDARAN.COM – Selama ini, publik mengenal Pangandaran sebagai surga wisata pantai dengan ombak landai yang menarik. Namun, di balik popularitas pantai-pantai tersebut, Pangandaran sebenarnya menyembunyikan sebuah destinasi alam yang menawarkan petualangan air yang jauh lebih menantang.
Oleh karena itu, penting bagi wisatawan untuk mengarahkan pandangan mereka ke Green Canyon, ngarai eksotis dengan air sungai hijau jernih yang menjadi magnet baru bagi penyuka ekowisata. Intinya, destinasi ini wajib Anda masukkan dalam itinerary untuk merasakan pengalaman yang benar-benar berbeda.
Mengenal Cukang Taneuh: Identitas Asli Green Canyon
Sebelum menjadi sebutan internasional, warga lokal menyebut ngarai ini Cukang Taneuh, yang dalam bahasa Sunda berarti “Jembatan Tanah.” Nama ini merujuk pada formasi alami yang melintasi kawasan tersebut. Secara fisik, Green Canyon terbentuk dari erosi Sungai Cijulang selama jutaan tahun.
Akibatnya, ngarai ini menampilkan pemandangan tebing-tebing karst tinggi yang dihiasi formasi stalaktit dan stalagmit mempesona. Hutan tropis yang asri turut membingkai kawasan ini.
Lalu, bagaimana dengan warna airnya? Keunikan Green Canyon terletak pada warna air sungai yang hijau jernih. Faktanya, warna eksotis ini muncul dari pantulan cahaya matahari pada permukaan air yang dipenuhi alga. Dengan demikian, fenomena alam ini menciptakan sebuah pemandangan ikonik yang benar-benar memanjakan mata pengunjung.
Sejarah Penamaan dan Popularitas
Nama “Green Canyon” bukanlah julukan yang muncul dari kearifan lokal. Sebaliknya, seorang wisatawan asal Perancis bernama Bill John mempopulerkan nama tersebut pada tahun 1993.







