Harga Kelapa Anjlok Drastis di Pangandaran, Pasokan Melimpah Bikin Petani Tertekan

RADARPANGANDARAN.COM – Harga kelapa anjlok drastis di Kabupaten Pangandaran dalam beberapa waktu terakhir.

Setelah sempat menyentuh harga tinggi, kini nilai jual kelapa turun tajam di tingkat lapangan.

Berdasarkan pantauan di sejumlah wilayah, harga kelapa saat ini hanya berada di kisaran Rp 2.800 per butir di tingkat pengepul.

Angka tersebut jauh berbeda dibandingkan beberapa bulan lalu.

Saat itu harga kelapa sempat melonjak hingga Rp 7.800 per butir.

Bahkan, di beberapa titik sempat menembus Rp 8.000 per butir.

Penurunan harga ini terjadi cukup cepat.

Dampaknya langsung dirasakan oleh para pelaku usaha kelapa.

Aktivitas jual beli pun ikut melambat karena margin keuntungan semakin tipis.

Kondisi ini menjadi pukulan berat bagi petani dan pengepul.

Dikutip dari Radartasik.id, Salah seorang pengepul kelapa di Kecamatan Parigi menyebut anjloknya harga dipicu oleh pasokan yang melimpah.

Kelapa tidak hanya berasal dari wilayah Pangandaran.

Pasokan tambahan juga datang dari luar daerah dalam jumlah besar.

Kondisi tersebut membuat stok di pasaran menumpuk.

Dia menilai masuknya kelapa dari luar daerah membuat keseimbangan harga terganggu.

Ketika pasokan terlalu banyak, harga otomatis tertekan.

Hal ini membuat posisi pengepul dan petani semakin sulit.

Harga yang terlalu rendah juga membuat sebagian pengepul memilih menahan penjualan.

Mereka enggan menjual ke bandar karena keuntungan yang diperoleh tidak sebanding dengan tenaga dan biaya yang dikeluarkan.

Situasi ini berbeda jauh dengan kondisi beberapa bulan lalu ketika harga masih tinggi dan penjualan terasa lebih menguntungkan.