Harga Kelapa Anjlok Drastis di Pangandaran, Pasokan Melimpah Bikin Petani Tertekan

Pengepul lain mengungkapkan bahwa meskipun harga kelapa anjlok, sebagian pemilik pohon tetap memilih menjual hasil panen.

Bagi petani kecil, hasil penjualan kelapa masih dianggap sebagai tambahan penghasilan harian.

Walau jumlahnya tidak besar, uang tersebut tetap dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Dia juga mengingatkan harga kelapa pernah jatuh lebih dalam.

Pada tahun 2019, harga kelapa di wilayah Pangandaran sempat terpuruk hingga Rp 900 per butir.

Menurutnya, kondisi saat ini memang berat, namun belum separah periode tersebut.

Meski begitu, petani berharap ada perhatian dari pemerintah daerah.

Mereka berharap ada pengendalian pasokan atau upaya menjaga stabilitas harga.

Tanpa langkah konkret, fluktuasi harga dikhawatirkan terus berulang dan merugikan petani kecil.

Harga kelapa anjlok ini menjadi pengingat rapuhnya sektor pertanian rakyat.

Ketergantungan pada pasar bebas dan pasokan luar daerah membuat petani lokal berada di posisi yang lemah.

Jika tidak ada solusi jangka panjang, kesejahteraan petani kelapa di Pangandaran dikhawatirkan terus tergerus.