RADARPANGANDARAN.COM- Pangandaran bukan hanya tempat yang ideal bagi penggemar pantai, body rafting, dan makanan laut segar.
Tentu saja, Kabupaten di tenggara Jawa Barat ini menyimpan banyak kekayaan kuliner istimewa dan penuh manfaat: Jus Honje Laka.
Jus Honje Laka kemudian mengembangkan statusnya dari produk rumahan menjadi simbol daerah yang memenangkan pengakuan di tingkat nasional.
Keunikan dan Inovasi Honje Laka
Secara khusus, kunci utama di balik rasa Jus Honje Pangandaran terletak pada pemilihan bahan bakunya yang khas: Honje Laka Merah Gelap.
Honje merupakan nama lokal untuk Kecombrang, sejenis rempah yang umum digunakan dalam masakan tradisional. Sementara itu, Honje Laka adalah varietas lokal yang tumbuh dengan baik di lingkungan pesisir Pangandaran.
Sekitar tahun 2014, Ibu Ooy Rukoyah, penggiat UMKM dari Desa Karangbenda, mengubah buah honje laka yang sebelumnya tidak dihargai menjadi minuman sehat.
Inovasi ini segera membuahkan hasil; kesungguhan pengrajin lokal dalam menjaga mutu Honje Laka membuahkan hasil berupa penghargaan bergengsi.
Pasalnya, ia melihat potensi dari buah honje laka merah gelap yang memiliki rasa asam kuat dan aroma khas, menjadikannya bahan dasar ideal untuk minuman yang menyegarkan.
Kombinasi Rasa dan Warisan Daerah
Di samping keunikan bahan baku, Jus Honje Laka memiliki profil rasa yang sangat istimewa. Sensasi asam yang kuat dari buah honje berpadu dengan pemanis alami, menciptakan keseimbangan rasa yang mengejutkan.
Rempah kecombrang yang samar menghasilkan rasa akhir yang autentik dan membuat minuman ini berbeda dari jus buah lainnya. Faktor inilah yang mendorong pemerintah daerah secara resmi mengakui Jus Honje.







