RADARPANGANDARAN.COM – Pemerintah Daerah Pangandaran punya rencana besar untuk menangani banjir kronis.
Karena masalah banjir ini sudah berlangsung lama terutama di wilayah Kecamatan Padaherang dan Kecamatan Kalipucang.
Banjir di Pangandaran memang bukan hal baru.
Warga di dua kecamatan itu sudah akrab dengan banjir yang selalu datang saat hujan deras turun.
Kondisinya bahkan makin parah dalam beberapa tahun terakhir.
Pemkab Pangandaran kini menyiapkan langkah besar.
Pemerintah daerah berencana mengajukan anggaran sekitar Rp 500 miliar kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan DPR RI.
Tujuannya yakni mencari solusi permanen dari masalah puluhan tahun ini.
Banjir di sejumlah desa seperti Pamotan, Kalipucang, Cibuluh, Tunggilis, Ciganjeng, Maruyungsari dan Paledah terus menjadi ancaman.
Rumah warga, jalan raya dan lahan pertanian tidak pernah lepas dari rendaman air.
Indra, Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air PUTRPRKP Kabupaten Pangandaran, menjelaskan penyebab utama banjir ini.
Dia mengatakan penyempitan tanggul menjadi masalah besar karena volume air sungai terus meningkat.
Dia menuturkan Sungai Citanduy yang dulunya lebar kini mengecil dan membuat air lebih mudah meluap.
Kondisi ini dianggap harus segera ditangani.
Indra menilai perlu ada peninggian tanggul sepanjang 6,7 kilometer di sepanjang aliran Sungai Citanduy.
Tanggul yang ada saat ini dinilai terlalu rendah sehingga air mudah masuk ke pemukiman warga dan fasilitas umum.
Masalah serupa juga terjadi di Kalipucang.
Wilayah sekitar dermaga Santolo kini menghadapi ancaman banjir akibat kebocoran pada klep pengatur aliran air.







