RADARPANGANDARAN.COM- Batu Titinggian Pangandaran di tengah keindahan alam Pangandaran yang terkenal dengan pantainya, terdapat sebuah tempat yang menyimpan kisah unik dan sarat makna Puncak Batu Titinggian.
Lokasi ini memang belum sepopuler Pantai Batu Hiu atau Cukang Taneuh (Green Canyon), namun bagi masyarakat sekitar, tempat ini memiliki nilai spiritual dan mistis yang kuat.
Asal-Usul dan Kepercayaan
Masyarakat pesisir percaya bahwa batu ini menjadi tempat turunnya doa-doa dan menyimpan energi alami yang membawa keberkahan.
Karena itulah, banyak warga datang untuk memanjatkan harapan saat fajar menyingsing.
Warga datang membawa sesaji sederhana dan mengucap doa di hadapan batu. Mereka menyalakan dupa dan menanam bunga di tanah sekitar batu.
Anak-anak duduk di sisi bukit sambil mendengarkan kisah para orang tua tentang asal batu itu.
Suara ombak terdengar dari kejauhan dan angin laut menyentuh kulit dengan lembut.
Setiap orang merasakan ketenangan yang sulit dijelaskan, seolah alam ikut mendengarkan doa mereka.
Ritual dan Tradisi yang Masih Dipertahankan
Setiap tahun, warga desa menggelar ritual kecil di sekitar Batu Titinggian.
Mereka melakukannya setelah panen raya sebagai bentuk rasa syukur kepada alam.
Dalam prosesi itu, mereka menggunakan daun kelapa muda, air laut, dan bunga tujuh rupa sebagai perlambang penyucian diri.
Namun, seiring berjalannya waktu, tradisi ini mulai menarik perhatian wisatawan yang ingin mengetahui lebih dalam sisi spiritual Pangandaran.












