Rumah Khoer di Kalipucang Terancam Ambruk, Kades Cari Bantuan Provinsi

RADARPANGANDARAN.COM – Rumah Khoer di Kalipucang terancam ambruk dan memantik keprihatinan warga sekitar. Kondisi bangunan yang rapuh membuat keluarga pemilik rumah hidup dalam kekhawatiran.

Khoer, warga Dusun Karangsari Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, berharap bantuan Rutilahu segera datang. Hingga kini, bantuan tersebut belum terealisasi.

Khoer berusia 65 tahun dan bekerja sebagai buruh serabutan. Dia tinggal bersama istrinya, Uwar, yang berusia 60 tahun.

Diberitakan Radartasik.id, Pasangan lansia itu menempati rumah non permanen. Kondisinya dinilai sudah tidak layak huni.

Bangunan rumah telah berdiri belasan tahun. Seiring waktu, kerusakan semakin terlihat jelas.

Atap rumah sering bocor saat hujan turun. Beberapa bagian rangka bangunan juga mulai lapuk.

Anak tunggal Khoer, Sarkim, menjelaskan kondisi rumah orang tuanya cukup mengkhawatirkan. Risiko ambruk selalu menghantui keluarga.

Dia menyampaikan rumah tersebut sempat didata desa. Pendataan dilakukan untuk pengajuan bantuan Rutilahu.

Namun hingga awal 2026, bantuan belum juga turun. Keluarga hanya bisa menunggu tanpa kepastian.

Sarkim juga bekerja serabutan. Penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari.

Ia mengaku tidak sanggup membangun rumah orang tuanya. Keterbatasan ekonomi menjadi kendala utama.

Khoer dan istrinya pun mengandalkan pekerjaan serabutan. Pendapatan tertinggi hanya sekitar Rp 50 ribu.

Penghasilan itu tidak diperoleh setiap hari. Kondisi tersebut membuat perbaikan rumah sulit dilakukan.

Sarkim menyebut ada kerabat yang berkecukupan. Namun hubungan keluarga yang jauh membuat bantuan sulit diharapkan.