Tradisi Olahraga Sebagai Identitas Budaya Pangandaran

RADARPANGANDARAN.COM– Tradisi Olahraga Sebagai Identitas Budaya, Pangandaran tidak hanya dikenal dengan keindahan pantainya, tetapi juga dengan kekayaan tradisi yang tumbuh di tengah masyarakatnya.

Salah satu yang menonjol ialah tradisi olahraga yang melekat sebagai bagian dari identitas budaya lokal.

Egrang, pencak silat, hingga permainan rakyat lain masih hidup di berbagai desa, diwariskan dari generasi ke generasi.

Melalui olahraga tradisional, masyarakat Pangandaran tidak sekadar berolahraga, tetapi juga merawat nilai-nilai kebersamaan, disiplin, dan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas daerah pesisir ini.

Di tengah hiruk-pikuk pariwisata, ada satu aspek yang terus tumbuh dan mempertahankan eksistensinya sebagai bagian dari identitas budaya lokal.

semuanya membentuk mosaik budaya unik yang mencerminkan semangat masyarakat pesisir ini.

Lebih dari itu, olahraga juga menjadi sarana interaksi sosial, pelestarian nilai-nilai lokal, hingga identitas kolektif yang melekat kuat pada komunitas.

Olahraga di Pangandaran bukan sekadar kegiatan fisik, tapi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan budaya masyarakatnya.

Melalui permainan tradisional hingga olahraga modern, warga Pangandaran terus menjaga warisan sekaligus beradaptasi dengan zaman.

Olahraga Egrang

Di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi, masyarakat Pangandaran masih menjaga satu tradisi yang unik dan penuh makna.

Di berbagai desa di Pangandaran, egrang sering kali muncul dalam acara HUT RI, festival budaya, atau kegiatan komunitas pemuda.